Saya ingin sekali adik-adik marginal ini mendapatkan kesempatan yang sama
Untuk belajar dengan fasilitas yang baik. Sebab kalau dari kondisi keuangan keluarga mereka maka tidak cukuplah untuk membuat adik-adik bisa bersekolah yang memiliki fasilitas mumpuni. Semangat belajar adik-adik juga sama tingginya dengan anak yang lain, mereka mau belajar dengan bersungguh-sungguh.
Mereka datang ke NHC untuk belajar namun mereka sangat senang ketika di NHC mereka tidak hanya belajar. Namun bisa bermain dengan kakak relawan ataupun teman lainnya dengan mainan yang mengedukasi. Serta dapat membaca banyak buku cerita anak yang tersedia. Buku-buku ini juga di dapatkan dari para donatur yang berbaik hati untuk menyumbangkan buku-buku cerita anak tersebut.
Hidup hanya sekali, tidak dapat di putar ulang
Namun bisa di perbaiki ketika hal negatif telah meracuni. Kalau saja ada banyak orang baik di dunia ini maka kita masih butuh banyak lagi orang baik. Kemiskinan menjadi permasalahan di seluruh negara yang ada di dunia ini. Bagaimana cara kita untuk memutus tali kemiskinan tersebut sangatlah di butuhkan.
Hal kecil yang positif kita berikan akan membawa dampak yang baik untuk anak-anak. Karena merekalah generasi yang akan meneruskan di masa depan. Tidak perduli marginal maupun tidak karena anak-anak tersebut harusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan mumpuni. Banyak rangkaian kejadian yang tidak bisa saya tuliskan namun dengan adanya MGI. Tentunya sudah sangat membantu saya dalam pengembangan diri saya sebagai tenaga pendidik kedepannya.
Potongan hidup yang baik bisa kita ciptakan dengan melakukan kebaikan-kebaikan versi terbaik kita sendiri. Banyak hal baik yang bisa kita dapatkan ketika kita bisa bersyukur atas hidup yang telah Tuhan berikan. Potongan hidup yang saya ciptakan mungkin tidak lebih baik dari versi kamu, jadi bagaimana potongan hidup yang kamu miliki? Terimakasih sudah membaca tulisan saya. (Sasa A Lubis)
