Yayasan Medan Generasi Impian mengadakan kegiatan Kemah Literasi Anak dengan tema “Petualangan Kata di Alam Raya”. Di selenggarakan pada tanggal 21–22 Juli 2024 dan ini di rancang untuk memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan membaca dan menulis bukanlah aktivitas yang membosankan, melainkan bisa menjadi petualangan yang seru dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Ladang Simelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lokasi ini di pilih untuk memberikan suasana alami yang mendukung proses belajar anak secara lebih bebas dan menyenangkan.

Yayasan Medan Generasi Impian berkolaborasi dengan Rumnet dan Sanggar Belajar Cerdas dengan melibatkan total 25 anak dan 24 relawan dari ketiga lembaga tersebut. Kolaborasi ini didasari oleh visi dan misi bersama dalam bidang sosial dan pendidikan.Persiapan kegiatan dilakukan selama dua bulan, dimulai dari penggalangan dana hingga logistik. Para relawan mengumpulkan donasi melalui proposal dan penyebaran flyer di berbagai perusahaan. Beberapa donatur juga memberikan bantuan secara langsung, baik dalam bentuk materi maupun dukungan moral.Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ALM Connection, PT Panca Pilar Tangguh, PT CP Cash, Army Mobil, Gramedia, Petualangan Warna Warni dan para donatur gerakan 10.000 yang telah mensponsori kegiatan ini beserta para relawan yang telah berkontribusi. Bantuan dan dukungan yang di berikan sangat berarti sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Bergabung menjadi relawan : Daftar disini
Rangkaian Kegiatan
Selama dua hari penuh beragam kegiatan edukatif dan interaktif di selenggarakan untuk menumbuhkan semangat dan kreativitas anak-anak. Pada malam hari, anak-anak menampilkan bakat mereka dalam Pentas Seni. Anak-anak dari Rumnet membawakan tahfiz Al-Qur’an, peserta dari Yayasan Medan Generasi Impian membacakan puisi. Sanggar Belajar Cerdas menyuguhkan drama bertema perundungan (bullying). Pentas seni bukan hanya ajang untuk bakat, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri anak-anak.

Keesokan harinya, kegiatan di buka dengan sesi Storytelling. Anak-anak di bagi dalam kelompok, masing-masing di beri satu buku untuk di baca selama 15 menit. Lalu di minta menceritakan kembali isi buku tersebut secara lisan. Kegiatan ini melatih kemampuan memahami, merangkum, dan menyampaikan informasi dengan cara menyenangkan. Setelah sesi Storytelling, seluruh peserta sarapan bersama untuk menumbuhkan rasa kebersamaan. Kemudian mereka di beri waktu untuk bersih-bersih dan bersiap mengikuti kelas menulis.

Pada sesi kelas, anak-anak di bimbing oleh dua pemateri. Sesi pertama Ibu Nur Asiah menyampaikan materi “Menulis Perasaan, Mengalirkan Emosi pada Tempatnya”. Anak-anak di ajak mengenal dan menuangkan emosi mereka dalam tulisan, sebuah terapi kecil yang membebaskan. Sesi kedua Bang Julpan Siregar membawakan materi “Belajar Menulis Cerita Pendek lewat Alam”. Mengajak anak-anak menuliskan pengalaman mereka selama berada di alam terbuka. Setelah sesi kelas, anak-anak di beri waktu untuk bermain sebelum akhirnya bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Mereka akan membawa pulang pengalaman yang tak terlupakan.
Harapan dari Kegiatan

Melalui Kemah Literasi Anak: Petualangan Kata di alam Raya, kami berharap anak-anak semakin mencintai dunia membaca dan menulis, serta mampu menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam bentuk tulisan.Kegiatan ini juga bertujuan melatih anak untuk lebih ekspresif, mampu memahami informasi dengan baik, serta membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat-baik secara lisan maupun tulisan. Lebih dari sekedar kegiatan, Kemah Literasi ini adalah benih. Kami percaya, suatu hari nanti benih ini akan tumbuh menjadi pohon-pohon kuat yang akarnya tertanam di tanah pengetahuan dan daunnya menjangkau langit impian. (Puan Fatia Dzikra)
