Akhirnya ketika sang buah hati tumbuh menjadi dewasa, dia akan menjadi orang dewasa yang merasa kalau dia itu “bodoh”, saya nggak mampu, saya uda belajar mati-matian, hasilnya juga begini, ketika tumbuh menjadi dewasa si buah hati memiliki ketakutan untuk mencoba hal-hal lain, karena merasa tidak mampu, dan tidak memiliki kemampuan. Maka dari itu sebenarnya setiap orangtua perlu tau anaknya memiliki minat, bakat, hobi, dan cocoknya di bidang apa.
Potensi IQ setiap anak berbeda-berbeda, ada yang pintar di bahasa, pintar di olahraga, pintar di matemarika. Maka dari itu berikan kesempatan mereka berprestasi sesuai mimpi dan potensinya. Sebagai orangtua berikan kesempatan agar “suara” itu dapat di dengar dan di kembangkan. Masa depan mereka nanti menjadi seperti apa. Itu tergantung bagaimana kita mengenal mereka. Supaya kita dapat membimbing dan mengembangkan mimpi yang tepat untuk dia, bukan kita tapi dia, anak kita. (Ihsaniah Mufra)
